Al-Khazini adalah salah satu ilmuwan muslim di bidang fisika, biologi, kimia, matematika, astronomi bahkan filsafat -meski sebenarnya banyak bidang dikuasai beliau, namun bidang fisikalah yang paling dominan. Nama asli beliau adalah Abdur Rahman Al-Khazini. Beliau lahir di Bizantium atau yang sekarang kita kenal Yunani.
Sejatinya beliau adalah budak Dinasti Seljuk Turki, setelah Islam menaklukan Kekaisaran Konstantinopel Doganus IV Diogenes. Al-Khazini kemudian di bawa ke Merv, sebuah kota metropolitan di Persia yang kini dikenal Turkmenistan. Sebagai seorang budak, Al-Khazini sungguh beruntung karena tuannya yang bernama Al-Khazin memberi pendidikan baik. Beliau mendapat pendidikan matematika dan filsafat. Beliau juga belajar dari ilmuwan sekaligus penyair agung dari Persia bernama Omar Khayyam. Al-Khazini belajar sastra, matematika, astronomi dan filsafat dari Omar Khayyam. Al-Khazini menjadi ilmuwan yang begitu populer, namun hidupnya tetap bersahaja.
Beberapa penemuan Al-Khazini:
- Metode ilmiah eksperimental dalam mekanik;
- Energi potensial gravitasi;
- Perbedaan daya, massa dan berat;
- Jarak Gravitasi
- Tabel Sinjaric, penjelasan tentang jam air 24 jam yang didesain untuk kegunaan astronomi;
- Risalah Zij As-Sanjari, salah satunya berisi tentang Tabel Sinjaric;
- Kitab Mizan Al-Hikam, berisi tentang keseimbangan hidrostatika, kontruksi dan kegunaan, teori statika atau ilmu keseimbangan dan hidrostatika;
- Mengupas prinsip keseimbangan hidrostatis dengan tingkat ketelitian objek sampai ukuran mikrogram (10-6 gr), suatu level ketelitian yang menurut K Ajram dalam The Miracle of Islamic Science hanya tercapai pada abad ke 20 M.
- Al-Khazini dan ilmuwan terdahulunya menggabungkan ilmu statika dan dinamika yang sekarang dikenal sebagai ilmu mekanika.
- Menggabungkan pula ilmu hidrostatika dan dinamika yang kita kenal sebagai ilmu hidrodinamika.
- Menerapkan teori rasio matematika dan infinetesimal;
- Memperkenalkan aljabar dan teknik penghitungan ke dalam statika;
- Orang pertama yang mengeneralisasi teori pusat gravitasi dan menerapkannya pada benda tiga dimensi;
- Menciptakan alat, antara lain: triquetrum, dioptra, peralatan segi tiga, quadran dan sektan, astrolab dan peralatan refleksi.
Menurut Charles C Jilispe, seorang editor Dictionary of Scientyfic Biography menjuluki Al-Khazini sebagai "fisikawan terbesar sepanjang sejarah". Al-Khazini sangat berjaya di abad 12 M, tepatnya 1115 - 1130 M. Sudah banyak kontribusi beliau yang dipakai ilmuwan barat, bahkan penemuan beliau menjadi pondasi bagi pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa. Al-Khazini menghembuskan nafas terakhirnya pada abad 12 M juga, walau begitu berbagai buah pemikirannya sangat berguna bagi perkembangan era sains modern seperti saat ini.
Semoga Bermanfaat!
Sumber: republika.co.id








